Java adalah bahasa pemrograman yang multi platform dan multi device.
Sekali anda menuliskan sebuah program dengan menggunakan Java, anda
dapat menjalankannya hampir di semua komputer dan perangkat lain yang
support Java, dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan sama sekali
dalam kodenya. Aplikasi dengan berbasis Java ini dikompulasikan ke dalam
p-code dan bisa dijalankan dengan Java Virtual Machine. Fungsionalitas
dari Java ini dapat berjalan dengan platform sistem informasi yang
berbeda karena sifatnya yang umum dan non-spesifik. untuk mengunduh dokumen lengkapnya klik disini.
Kamis, 22 Mei 2014
Senin, 07 April 2014
Perdarahan Otak
A. Perdarahan Otak
Apa itu perdarahan otak ?. Perdarahan otak (brain hemorrhage) adalah tipe stroke. Ia disebabkan oleh arteri dalam otak yang pecah dan menyebabkan perdarahan lokal pada jaringan-jaringan sekelilingnya. Perdarahan ini membunuh sel-sel oatk.
Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan-jaringan otak, ia menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal sebagai cerebral edema. Darah yang bersatu terkumpul kedalam massa yang disebut hematoma. Kondisi-kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak yang berdekatan, dan itu mengurangi aliran darah yang vital dan membunuh sel-sel otak.
Perdarahan dapat terjadi didalam otak, antara otak dan selaput-selaput yang menutupinya, antara lapisan-lapisan dari penutup otak atau antara tengkorak dan penutup dari otak.
B. Macam – Macam Perdarahan Otak
ketika terjadi trauma kepala ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi seperi Cedera Kepala Ringan (CKR), Cidera Kepala Sedang (CKS) dan Cidera Kepala Berat (CKB).
Bisa saja dengan terjadi trauma tersebut akan mengalami perdarahan pada lapisan otak. Perdarahan pada lapisan otak ini dibagi menjadi 4 yaitu
1. Perdarahan Epidural: perdaraha ini terjadi pada diatas lapisan Duramater
2. Perdarahan Subdural: perdarahan yang terjadi pada diantara lapisan otak Duramater dan Arachnoid
3. Perdarahan Subdural Arachnoid: perdarahan terjadi di daerah antara lapisan otak Arachnoid dengan Piamater
4. Perdarahan Intraserebral: perdarah yang terjadi pada lapisan dalam bagian lapisan otak atau dibawah lapisan Piamater.
C. Faktor Penyebab Perdarahan Otak
Ada beberapa faktor-faktor risiko dan penyebab-penyebab dari perdarahan otak (brain hemorrhages). Yang paling umum termasuk:
• Trauma kepala. Luka adalah penyebab yang paling umum dari perdarahan dalam otak pada mereka yang berumur dibawh 50 tahun.
• Tekanan darah tinggi. Kondisi kronis ini dapat, melalui periode waktu yang panjang, melemahkan dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak dirawat adalah penyebab utama yang dapat dicegah dari perdarahan otak (brain hemorrhages).
• Aneurysm. Ini adalah pelemahan pada dinding pembuluh darah yang membengkak. Ia dapat pecah dan berdarah kedalam otak, menjurus pada stroke.
• Kelainan-kelainan pembuluh darah. Kelemahan-kelemahan pada pembuluh-pembulh darah di dan sekitar otak mungkin hadir pada waktu kelahiran dan terdiagnosa hanya jika gejala-gejala berkembang.
• Amyloid angiopathy. Ini adalah ketidaknormalan dari dinding-dinding pembuluh darah yang adakalanya terjadi dengan penuaan. Ia mungkin menyebabkan banyak perdarahan-perdarahan yang kecil dan tidak terasa sebelum menyebabkan yang besar.
• Penyakit-penyakit darah atau perdarahan. Hemophilia dan anemia sel sabit dapat keduanya berkontribusi pada tingkat-tingkat yang berkurang dari platelet-platelet darah.
• Penyakit hati. Kondisi ini berhubungan dengan perdarahan umum yang meningkat.
• Tumor-tumor otak.
D. Gejala – Gejala Dari Perdarahan Otak
Gejala-gejala dari perdarahan otak (brain hemorrhage) dapat berbeda-beda. Mereka tergantung pada lokasi perdarahan, keparahan perdarahan, dan jumlah jaringan yang terpengaruh. Gejala-gejala mungkin berkembang secara tiba-tiba atau melalui waktu. Mereka mungkin memburuk secara progresif atau nampak secara tiba-tiba.
• sakit kepala parah yang tiba-tiba.
• serangan-serangan (seizures) dengan tidak ada sejarah serangan-serangan sebelumnya.
• Kelemahan pada lengan atau tungkai.
• Mual atau muntah.
• Kesiap siagaan yang berkurang; kelesuan.
• Perubahan-perubahan pada penglihatann.
• Kesemutan atau mati rasa.
• Kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan.
• Kesulitan menelan.
• Kesulitan menulis atau membaca.
• Kehilangan ketrampilan-ketrampilan motor yang halus, seperti gemetaran-gemetaran tangan.
• Kehilangan koordinasi.
• Kehilangan keseimbangan.
• Rasa selera yang abnormal.
• Kehilangan kesadaran
E. Diagnosis Pendarahan Otak
Jika jenis stroke yang dicurigai, evaluasi segera diperlukan. Pemeriksaan dapat mengungkapkan bukti cedera otak dengan kelemahan, bicara cadel, dan / atau kehilangan sensasi. Umumnya, pemeriksaan radiologi diperlukan, seperti computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) scan. CT atau MRI dapat menyoroti berbagai fitur dan lokasi perdarahan otak. Jika dalam pendarahan atau sekitar otak dicatat, pengujian lebih lanjut mungkin diperintahkan untuk mencoba untuk menentukan penyebab pendarahan. Ini pengujian tambahan dapat membantu untuk menentukan apakah pembuluh darah abnormal yang hadir serta langkah berikutnya dalam salah diagnosis atau perawatan. Dalam situasi tertentu, pungsi lumbal (pungsi lumbal) mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi bukti perdarahan atau menyingkirkan masalah otak lainnya.
F. Pengobatan Untuk Pendarahan Otak.
Pasien dengan pendarahan di dalam otak harus dipantau sangat erat. Pengobatan awal termasuk menstabilkan tekanan darah dan pernapasan. Sebuah pernapasan membantu mesin (ventilator) dapat diminta untuk memastikan bahwa oksigen yang cukup disuplai ke otak dan organ lainnya. Akses intravena diperlukan agar cairan dan obat-obatan dapat diberikan kepada pasien, terutama jika orang tersebut tidak sadar. Terkadang pemantauan khusus irama jantung, kadar oksigen darah, atau tekanan di dalam tengkorak yang dibutuhkan.
Setelah seseorang telah stabil, maka penentuan cara mengatasi pendarahan dibuat. Proses stabilisasi dan pengambilan keputusan berlangsung sangat cepat. Keputusan untuk melakukan operasi didasarkan pada ukuran dan lokasi perdarahan. Tidak semua orang dengan perdarahan intrakranial harus menjalani operasi.
Berbagai obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar daerah perdarahan, untuk menjaga tekanan darah pada tingkat yang optimal, dan untuk mencegah kejang. Jika pasien terjaga, obat nyeri mungkin diperlukan.
G. Prognosis Setelah Pendarahan Otak.
Banyak pasien yang mengalami pendarahan otak lakukan bertahan hidup. Namun, tingkat kelangsungan hidup menurun ketika pendarahan terjadi di daerah tertentu dari otak atau jika perdarahan awal adalah sangat besar. Risiko kematian akibat perdarahan intraserebral adalah lebih dari 40%. Jika pendarahan terjadi di dalam batang otak, tingkat ini dapat setinggi 75%.
Jika pasien bertahan kejadian awal dari perdarahan intrakranial, pemulihan dapat berlangsung berbulan-bulan. Seiring waktu dan dengan upaya rehabilitasi yang luas, termasuk fisik, pekerjaan, dan terapi bicara, pasien dapat kembali fungsi. Namun, beberapa dapat dibiarkan dengan kelemahan persisten atau masalah sensorik. Pasien lain mungkin mengalami kejang sisa, sakit kepala, atau masalah memori.
Apa itu perdarahan otak ?. Perdarahan otak (brain hemorrhage) adalah tipe stroke. Ia disebabkan oleh arteri dalam otak yang pecah dan menyebabkan perdarahan lokal pada jaringan-jaringan sekelilingnya. Perdarahan ini membunuh sel-sel oatk.
Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan-jaringan otak, ia menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal sebagai cerebral edema. Darah yang bersatu terkumpul kedalam massa yang disebut hematoma. Kondisi-kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak yang berdekatan, dan itu mengurangi aliran darah yang vital dan membunuh sel-sel otak.
Perdarahan dapat terjadi didalam otak, antara otak dan selaput-selaput yang menutupinya, antara lapisan-lapisan dari penutup otak atau antara tengkorak dan penutup dari otak.
B. Macam – Macam Perdarahan Otak
ketika terjadi trauma kepala ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi seperi Cedera Kepala Ringan (CKR), Cidera Kepala Sedang (CKS) dan Cidera Kepala Berat (CKB).
Bisa saja dengan terjadi trauma tersebut akan mengalami perdarahan pada lapisan otak. Perdarahan pada lapisan otak ini dibagi menjadi 4 yaitu
1. Perdarahan Epidural: perdaraha ini terjadi pada diatas lapisan Duramater
2. Perdarahan Subdural: perdarahan yang terjadi pada diantara lapisan otak Duramater dan Arachnoid
3. Perdarahan Subdural Arachnoid: perdarahan terjadi di daerah antara lapisan otak Arachnoid dengan Piamater
4. Perdarahan Intraserebral: perdarah yang terjadi pada lapisan dalam bagian lapisan otak atau dibawah lapisan Piamater.
C. Faktor Penyebab Perdarahan Otak
Ada beberapa faktor-faktor risiko dan penyebab-penyebab dari perdarahan otak (brain hemorrhages). Yang paling umum termasuk:
• Trauma kepala. Luka adalah penyebab yang paling umum dari perdarahan dalam otak pada mereka yang berumur dibawh 50 tahun.
• Tekanan darah tinggi. Kondisi kronis ini dapat, melalui periode waktu yang panjang, melemahkan dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak dirawat adalah penyebab utama yang dapat dicegah dari perdarahan otak (brain hemorrhages).
• Aneurysm. Ini adalah pelemahan pada dinding pembuluh darah yang membengkak. Ia dapat pecah dan berdarah kedalam otak, menjurus pada stroke.
• Kelainan-kelainan pembuluh darah. Kelemahan-kelemahan pada pembuluh-pembulh darah di dan sekitar otak mungkin hadir pada waktu kelahiran dan terdiagnosa hanya jika gejala-gejala berkembang.
• Amyloid angiopathy. Ini adalah ketidaknormalan dari dinding-dinding pembuluh darah yang adakalanya terjadi dengan penuaan. Ia mungkin menyebabkan banyak perdarahan-perdarahan yang kecil dan tidak terasa sebelum menyebabkan yang besar.
• Penyakit-penyakit darah atau perdarahan. Hemophilia dan anemia sel sabit dapat keduanya berkontribusi pada tingkat-tingkat yang berkurang dari platelet-platelet darah.
• Penyakit hati. Kondisi ini berhubungan dengan perdarahan umum yang meningkat.
• Tumor-tumor otak.
D. Gejala – Gejala Dari Perdarahan Otak
Gejala-gejala dari perdarahan otak (brain hemorrhage) dapat berbeda-beda. Mereka tergantung pada lokasi perdarahan, keparahan perdarahan, dan jumlah jaringan yang terpengaruh. Gejala-gejala mungkin berkembang secara tiba-tiba atau melalui waktu. Mereka mungkin memburuk secara progresif atau nampak secara tiba-tiba.
• sakit kepala parah yang tiba-tiba.
• serangan-serangan (seizures) dengan tidak ada sejarah serangan-serangan sebelumnya.
• Kelemahan pada lengan atau tungkai.
• Mual atau muntah.
• Kesiap siagaan yang berkurang; kelesuan.
• Perubahan-perubahan pada penglihatann.
• Kesemutan atau mati rasa.
• Kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan.
• Kesulitan menelan.
• Kesulitan menulis atau membaca.
• Kehilangan ketrampilan-ketrampilan motor yang halus, seperti gemetaran-gemetaran tangan.
• Kehilangan koordinasi.
• Kehilangan keseimbangan.
• Rasa selera yang abnormal.
• Kehilangan kesadaran
E. Diagnosis Pendarahan Otak
Jika jenis stroke yang dicurigai, evaluasi segera diperlukan. Pemeriksaan dapat mengungkapkan bukti cedera otak dengan kelemahan, bicara cadel, dan / atau kehilangan sensasi. Umumnya, pemeriksaan radiologi diperlukan, seperti computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI) scan. CT atau MRI dapat menyoroti berbagai fitur dan lokasi perdarahan otak. Jika dalam pendarahan atau sekitar otak dicatat, pengujian lebih lanjut mungkin diperintahkan untuk mencoba untuk menentukan penyebab pendarahan. Ini pengujian tambahan dapat membantu untuk menentukan apakah pembuluh darah abnormal yang hadir serta langkah berikutnya dalam salah diagnosis atau perawatan. Dalam situasi tertentu, pungsi lumbal (pungsi lumbal) mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi bukti perdarahan atau menyingkirkan masalah otak lainnya.
F. Pengobatan Untuk Pendarahan Otak.
Pasien dengan pendarahan di dalam otak harus dipantau sangat erat. Pengobatan awal termasuk menstabilkan tekanan darah dan pernapasan. Sebuah pernapasan membantu mesin (ventilator) dapat diminta untuk memastikan bahwa oksigen yang cukup disuplai ke otak dan organ lainnya. Akses intravena diperlukan agar cairan dan obat-obatan dapat diberikan kepada pasien, terutama jika orang tersebut tidak sadar. Terkadang pemantauan khusus irama jantung, kadar oksigen darah, atau tekanan di dalam tengkorak yang dibutuhkan.
Setelah seseorang telah stabil, maka penentuan cara mengatasi pendarahan dibuat. Proses stabilisasi dan pengambilan keputusan berlangsung sangat cepat. Keputusan untuk melakukan operasi didasarkan pada ukuran dan lokasi perdarahan. Tidak semua orang dengan perdarahan intrakranial harus menjalani operasi.
Berbagai obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan di sekitar daerah perdarahan, untuk menjaga tekanan darah pada tingkat yang optimal, dan untuk mencegah kejang. Jika pasien terjaga, obat nyeri mungkin diperlukan.
G. Prognosis Setelah Pendarahan Otak.
Banyak pasien yang mengalami pendarahan otak lakukan bertahan hidup. Namun, tingkat kelangsungan hidup menurun ketika pendarahan terjadi di daerah tertentu dari otak atau jika perdarahan awal adalah sangat besar. Risiko kematian akibat perdarahan intraserebral adalah lebih dari 40%. Jika pendarahan terjadi di dalam batang otak, tingkat ini dapat setinggi 75%.
Jika pasien bertahan kejadian awal dari perdarahan intrakranial, pemulihan dapat berlangsung berbulan-bulan. Seiring waktu dan dengan upaya rehabilitasi yang luas, termasuk fisik, pekerjaan, dan terapi bicara, pasien dapat kembali fungsi. Namun, beberapa dapat dibiarkan dengan kelemahan persisten atau masalah sensorik. Pasien lain mungkin mengalami kejang sisa, sakit kepala, atau masalah memori.
Sabtu, 05 April 2014
PENYAJIAN DATA
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang apa itu penyajian data beserta jenis - jenisnya. Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudau dibaca. Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamatd dapat dengan mudah memahami apa yang kita ajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain lain.
Setalah data mentah terkumpul,tahap selanjutnya adalah menyajikan data tersebut dalam berbagai bentuk,tergantung jenis data dan skala pengukurannya. Guna penyajian data adalah untuk mengambil informasi yang ada di dalam kumpulan data tersebut. Dikatakan bahwa pengumpulan data berguna untuk mendapatkan informasi.
untuk selengkapnya silahkan download disini.
Setalah data mentah terkumpul,tahap selanjutnya adalah menyajikan data tersebut dalam berbagai bentuk,tergantung jenis data dan skala pengukurannya. Guna penyajian data adalah untuk mengambil informasi yang ada di dalam kumpulan data tersebut. Dikatakan bahwa pengumpulan data berguna untuk mendapatkan informasi.
untuk selengkapnya silahkan download disini.
Kamis, 03 April 2014
Membuat Browser Console dengan Java
Apa itu browser console dengan java ? bagaimana cara browser console menggunakan java ?? Pada postingan kali ini kita akan membuat browser console dengan java dimana browser ini terdiri dari beberapa menu mulai dari membuka web hingga mencari berita di salah satu web berita. Adapun yang pertama kali kita lakukan adalah mempersiapkan editor dan packet java yang sudah diinstall pada komputer anda. Disini saya menggunakan textpad sebagai editornya.
Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun". Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi berbasis web
untuk materi lengkapnya klik disini.
Selasa, 01 April 2014
Eccedentesiast
Ceria adalah hidupnya. Melewati hari dengan dikelilingi banyak teman. Tapi apakah dia bahagia? Sepertinya bahagia, juga sepertinya tidak.
kepedihan takkan membuatnya lupa akan ceria. Disakitipun tidak membuatnya berhenti untuk menyayangi.
Dia tidak hanya mempunyai banyak teman. Dia juga mempunyai orang-orang terdekat yang sangat ia sayangi. Tak ada kata ‘tidak’ untuk orang yang ia sayang. Dia slalu menerima apapun itu, walaupun itu memnyakitkan untuknya.
Tak ada satupun orang yang tahu tentang apa yang dia rasakan, mereka tidak tahu tentang kesedihanya. Yang mereka tahu hanyalah dia yang slalu ceria.
Didepan semua dia sangat ceria, ditengah kesendirianya dia menangis.
mataknya kosong. air mata tlah menghilangkannya. kesunyian mengisi hatinya. dia sudah tak bisa merasakan luka lagi. semua perasaan tlah meninggalkannya. Dan hanya dia yang tau semua itu.
Eccedentesiast :) :(
kepedihan takkan membuatnya lupa akan ceria. Disakitipun tidak membuatnya berhenti untuk menyayangi.
Dia tidak hanya mempunyai banyak teman. Dia juga mempunyai orang-orang terdekat yang sangat ia sayangi. Tak ada kata ‘tidak’ untuk orang yang ia sayang. Dia slalu menerima apapun itu, walaupun itu memnyakitkan untuknya.
Tak ada satupun orang yang tahu tentang apa yang dia rasakan, mereka tidak tahu tentang kesedihanya. Yang mereka tahu hanyalah dia yang slalu ceria.
Didepan semua dia sangat ceria, ditengah kesendirianya dia menangis.
mataknya kosong. air mata tlah menghilangkannya. kesunyian mengisi hatinya. dia sudah tak bisa merasakan luka lagi. semua perasaan tlah meninggalkannya. Dan hanya dia yang tau semua itu.
Eccedentesiast :) :(
Minggu, 30 Maret 2014
Mengenal Tentang Darah
Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang apa itu darah . Darah merupakan cairan yang bersirkulasi dalam tubuh manusia dan vertebrata yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, serta mengangkut bahanbahan kimia hasil metabolisme, selain itu darah juga berfungsi untuk pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. (Jurnal Generic, Vol. 6, No. 2, Juli 2011)
A. Komposisi
Darah terdiri dari 45% korpuskula dan 55% plasma darah.
Korpuskula sendiri terdiri dari :
Darah terdiri dari 45% korpuskula dan 55% plasma darah.
Korpuskula sendiri terdiri dari :
• Sel Darah Merah (Eritrosit)Sel darah merah disebut juga eritrosit. Eritrosit sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung sel. Sel darah merah adalah jenis sel darah yang paling banyak. Bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat disumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah akan aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.
Sel darah putih (leukosit) adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler/diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.
Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata
8000) sel darah putih. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat
hingga 50000 sel per tetes. Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
• Plasma Darah
Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Sebagian besar plasma darah mengandung garam-garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin. Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan. Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin. Di dalam plasma darah terkandung salah satu faktor pembeku darah, yaitu protombin dan fibrinogen. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum.
Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Sebagian besar plasma darah mengandung garam-garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin. Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan. Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin. Di dalam plasma darah terkandung salah satu faktor pembeku darah, yaitu protombin dan fibrinogen. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
* albumin
* bahan pembeku darah
* immunoglobin (antibodi)
* hormon
* berbagai jenis protein
* berbagai jenis garam
Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.
Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga:
* merupakan cadangan air untuk tubuh
* mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
* membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
* dan yang lebih penting, plasma menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
Antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker) ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan. Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.
* albumin
* bahan pembeku darah
* immunoglobin (antibodi)
* hormon
* berbagai jenis protein
* berbagai jenis garam
Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.
Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga:
* merupakan cadangan air untuk tubuh
* mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
* membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
* dan yang lebih penting, plasma menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
Antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker) ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan. Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.
TCS 2300
TCS230 merupakan sebuah modul sensor warna yang berbasis sensor TAOS TCS230 yang digunakan untuk melakukan pengukuran warna RGB (Red, Green, Blue) dari sebuah objek. TCS230 merupakan IC pengkonfersi warna cahaya ke frekuensi. Ada duakomponen pembentuk IC ini yaitu photodiode dan pengkonfersi arus ke frekuensi. Modul sensor ini memiliki fasilitas untuk merekam hingga 25 data warna yang akan disimpan dalam EEPROM. Mudul sensor ini dilengkapi dengan antarmuka UART TTL dan I2C.
Gambar Modul Sensor TCS 2300
Sensor warna TCS230 adalah sensor warna yang sering digunakan pada aplikasi mikrokontroler untuk pendeteksian suatu object benda atau warna dari objet yang di monitor. Sensor warna TCS230 juga dapat digunakan sebagi sensor gerak, dimana sensor mendeteksi gerakan suatu object berdasarkan perubahan warna yang diterima oleh sensor. Pada dasarnya sensor warna TCS230 adalah rangkaian photodioda yang disusun secara matrik array 8×8 dengan 16 buah konfigurasi photodioda yang berfungsi sebagai filter warna merah, 16 photodiode sebagai filter warna biru dan 16 photo dioda lagi tanpa filter warna. Sensor warna TCS230 merupakan sensor yang dikemas dalam chip DIP 8 pin dengan bagian muka transparan sebagai tempat menerima intensitas cahaya yang berwarna.
Kontruksi sensor warna TCS230 dapat dilihat pada gambar berikut.
Kontruksi sensor warna TCS230 dapat dilihat pada gambar berikut.
Pada sensor warna TCS230 terdapat selektor S2 dan S3 yang berfungsi untuk memilih kelompok konfigurasi photodiode yang akan digunakan atau dipakai. Kombinasi fungsi S2 dan S3 dalam pemilihan kelompok photodiode adalah sebagai berikut.
Konfigurasi S2 Dan S3 Sensor Warna TCS230
Konfigurasi S2 Dan S3 Sensor Warna TCS230
Photodiode akan mengeluarkan arus yang besarnya sebanding dengan kadar warna dasar cahaya yang menimpanya. Arus ini kemudian dikonversikan menjadi sinyal kotak atau pulsa digital dengan frekuensi sebanding dengan besarnya arus. Frekuensi Output ini bisa diskala dengan mengatur kaki selektor S0 dan S1.
Langganan:
Postingan (Atom)





